Incurred Costs

Berikut ini adalah pengertian “Incurred Costs” yang terdapat dalam Akuntansi, dsb. Artinya dijelaskan secara umum yang terkadang maksudnya tidak terlalu terikat dengan topik utama yang bersangkutan (kecuali istilahnya memang khas pada bidang/subjek bisnis tertentu).

 
Arti Incurred Costs Dalam Akuntansi
Costs paid or payable in the future. See also Expenditure, Expenses and Capitalized cost
 

Apa Itu Incurred Costs?

Incurred Costs adalah apa?
Incurred Costs adalah konsep dalam dunia akuntansi yang penting untuk memahami bagaimana sebuah perusahaan mencatat biaya-biaya yang telah terjadi tetapi belum dibayar. Ini seperti ketika kamu makan di restoran dan memesan makanan, tapi kamu belum membayar tagihannya saat itu juga. Meskipun kamu belum membayar, restoran sudah mengeluarkan bahan-bahan dan pekerjaan untuk membuat makananmu. Incurred Costs adalah cara perusahaan mencatat biaya-biaya seperti itu, seolah-olah mereka sudah membayarnya.

Kenapa Incurred Costs Penting?
Ini penting karena membantu perusahaan untuk mengikuti aturan akuntansi yang adil. Incurred Costs membantu perusahaan untuk mencerminkan dengan akurat biaya yang telah terjadi dalam laporan keuangannya. Ini juga membantu perusahaan untuk membuat rencana keuangan yang baik dan memahami berapa banyak uang yang akan mereka keluarkan di masa mendatang.

Bagaimana Cara Kerjanya?
Bayangkan kamu bekerja di perusahaan dan gajimu dibayar setiap akhir bulan. Ketika bulan itu berlalu, perusahaan mencatat gaji yang kamu seharusnya terima sebagai Incurred Costs. Mereka mencatat ini sebagai kewajiban dalam laporan keuangannya, seolah-olah mereka sudah harus membayarkan gajimu. Kemudian, saat gajimu benar-benar dibayarkan, mereka menghapus kewajiban itu dari laporan keuangan. Ini seperti mereka mencatatnya di buku catatan terlebih dahulu sebelum benar-benar membayarnya.

Apa Bedanya dengan Utang?
Ini seperti utang dalam arti bahwa keduanya adalah kewajiban finansial yang harus dibayar di masa mendatang. Namun, Incurred Costs lebih spesifik, karena mencatat biaya-biaya yang telah terjadi, sedangkan utang bisa berupa berbagai jenis kewajiban. Jadi, semua Incurred Costs adalah utang, tetapi tidak semua utang adalah Incurred Costs.

Kesimpulan:
Jadi, Incurred Costs adalah cara perusahaan mencatat biaya-biaya yang sudah terjadi, seolah-olah mereka sudah membayarnya, meskipun pembayarannya belum dilakukan. Ini membantu perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan baik dan mengikuti aturan akuntansi yang benar. Ini adalah konsep penting yang akan kamu temui dalam laporan keuangan perusahaan dan dalam pengambilan keputusan keuangan.

Bentuk Dari Incurred Costs

Incurred Costs dapat muncul dalam beberapa bentuk yang berbeda dalam konteks akuntansi dan bisnis. Berikut adalah beberapa bentuk umum dari Incurred Costs:

  1. Biaya Operasional (Operating Costs): Ini adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menjalankan operasional sehari-hari mereka. Ini bisa mencakup biaya gaji karyawan, biaya sewa, utilitas (listrik, air, gas), dan biaya perawatan fasilitas. Biaya operasional ini terjadi secara teratur dalam siklus bisnis.
  2. Biaya Produksi (Production Costs): Untuk perusahaan yang memproduksi barang atau layanan, biaya produksi mencakup semua biaya yang terkait dengan pembuatan produk atau pelayanan tersebut. Ini termasuk pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, dan biaya lain yang terkait dengan proses produksi.
  3. Biaya Administratif (Administrative Costs): Biaya administratif mencakup semua biaya yang terkait dengan fungsi administratif perusahaan. Ini bisa termasuk biaya kantor, biaya staf administratif, biaya perangkat lunak, dan biaya yang terkait dengan manajemen perusahaan.
  4. Biaya Pemasaran (Marketing Costs): Perusahaan juga mengalokasikan dana untuk biaya pemasaran. Ini mencakup biaya iklan, promosi, riset pasar, dan semua upaya pemasaran yang dilakukan untuk mempromosikan produk atau layanan perusahaan.
  5. Biaya Bunga (Interest Costs): Jika perusahaan memiliki pinjaman atau utang, biaya bunga yang harus dibayarkan atas utang tersebut dianggap sebagai incurred costs. Ini adalah biaya yang terkait dengan penggunaan modal pinjaman.
  6. Biaya Pajak (Tax Costs): Pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan, seperti pajak penghasilan perusahaan atau pajak penjualan, juga dianggap sebagai incurred costs.

Kapan Dilakukan Pembayaran Incurred Costs

Pembayaran Incurred Costs biasanya dilakukan setelah biaya-biaya tersebut telah terjadi atau dikeluarkan oleh perusahaan. Tanggal pembayaran bisa bervariasi tergantung pada perjanjian bisnis, kebijakan perusahaan, dan praktik akuntansi. Berikut beberapa contoh situasi kapan pembayaran Incurred Costs dapat terjadi:

  • Pembayaran Bulanan atau Periodik: Banyak biaya operasional, seperti gaji karyawan, biaya sewa, biaya utilitas, dan biaya administratif, biasanya dibayar secara bulanan atau periodik. Pembayaran ini seringkali terjadi pada awal atau pertengahan bulan berikutnya setelah biaya-biaya tersebut terjadi.
  • Pembayaran Setelah Pengerjaan: Dalam industri konstruksi atau jasa, pembayaran Incurred Costs sering terjadi setelah pekerjaan atau layanan telah selesai atau mencapai titik tertentu. Ini dapat melibatkan penagihan kepada pelanggan atau klien atas pekerjaan yang telah selesai.
  • Pembayaran Terkait dengan Persediaan: Jika perusahaan memiliki persediaan yang dibeli sebagai Incurred Costs (seperti bahan baku), pembayaran terjadi saat persediaan digunakan dalam produksi atau penjualan produk.
  • Pembayaran Pajak: Incurred Costs yang terkait dengan pajak seperti pajak penghasilan perusahaan biasanya memiliki jadwal pembayaran yang ditentukan oleh otoritas pajak. Pembayaran ini sering dilakukan secara berkala, seperti pembayaran pajak kuartalan atau tahunan.
  • Pembayaran Layanan dan Konsultasi: Biaya untuk layanan profesional atau konsultasi seringkali dibayar setelah layanan tersebut telah diberikan atau proyek telah selesai sesuai dengan perjanjian.
  • Pembayaran dengan Perjanjian Khusus: Dalam beberapa kasus, perusahaan dapat memiliki perjanjian khusus dengan pemasok atau vendor yang mengatur jadwal pembayaran tertentu untuk Incurred Costs. Ini dapat mencakup persetujuan pembayaran dalam waktu tertentu setelah penerimaan faktur.
  • Pembayaran Utang Jangka Panjang: Beberapa Incurred Costs, seperti utang jangka panjang seperti pinjaman perusahaan, memiliki jadwal pembayaran yang ditentukan dalam perjanjian utang tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan sesuai dengan ketentuan perjanjian.

Bagaimana Incurred Costs Dicatat?

Incurred Costs dicatat dalam akuntansi dengan menggunakan prinsip akuntansi akrual. Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk mencatat biaya ketika biaya itu terjadi, bukan hanya saat pembayaran dilakukan. Incurred Costs dicatat dalam dua tahap utama:

  1. Pencatatan Incurred Costs:
    • Pencatatan Incurred Costs dilakukan ketika biaya telah terjadi atau dikeluarkan oleh perusahaan, meskipun pembayarannya belum dilakukan.
    • Biaya ini dicatat dalam akun tertentu dalam buku besar sebagai kewajiban atau beban.
    • Pencatatan ini biasanya dilakukan melalui sebuah jurnal yang mencatat debet (penambahan) pada akun biaya yang relevan dan kredit (pengurangan) pada akun yang mencerminkan kewajiban yang terutang.
  2. Pembayaran Incurred Costs:
    • Setelah Incurred Costs dicatat, perusahaan akan melakukan pembayaran saat jatuh tempo atau sesuai dengan perjanjian bisnis.
    • Ketika pembayaran dilakukan, perusahaan mencatatnya sebagai pengurangan dari kewajiban yang terutang (akun yang digunakan pada tahap pertama).
    • Pembayaran dicatat dalam buku besar sebagai debet (pengurangan) pada akun kewajiban dan kredit (pengurangan) pada akun kas atau bank.

Contoh sederhana pencatatan Incurred Costs. Berikut adalah contoh pencatatan dan pembayaran Incurred Costs dalam akuntansi:

Pencatatan Incurred Costs (Jurnal) – Bulan Mei:

Debit: Biaya Gaji (Pencatatan biaya yang terjadi) Rp 10.000.000
Kredit: Gaji yang Terutang (Mencatat kewajiban yang terutang) Rp 10.000.000

Pembayaran Incurred Costs (Jurnal) – Awal Juni:

Debit: Gaji yang Terutang (Mengurangkan kewajiban yang terutang) Rp 10.000.000
Kredit: Kas/Bank (Mencatat pembayaran gaji) Rp 10.000.000

Dalam contoh di atas, perusahaan mencatat biaya gaji sebagai Incurred Costs pada bulan Mei ketika biaya tersebut terjadi. Kemudian, pada awal Juni, mereka membayar gaji tersebut, yang dicatat sebagai pengurangan dari kewajiban yang terutang dan pengurangan dari akun kas atau bank.

Perlu diingat bahwa Incurred Costs mencerminkan penggunaan sumber daya yang telah terjadi, bahkan jika pembayaran belum dilakukan. Ini penting untuk mencerminkan dengan benar situasi finansial perusahaan dalam laporan keuangan.

Contoh Akun Apa Saja Yang Terkait Dengan Incurred Costs

Ada beberapa akun yang terkait dengan Incurred Costs dalam akuntansi. Akun-akun ini digunakan untuk mencatat biaya-biaya yang telah terjadi atau dikeluarkan oleh perusahaan, meskipun pembayarannya belum dilakukan. Berikut adalah beberapa contoh akun yang terkait dengan Incurred Costs:

  • Accrued Salaries (Gaji yang Terutang): Ini adalah akun yang digunakan untuk mencatat gaji yang sudah diperoleh oleh karyawan tetapi belum dibayarkan oleh perusahaan.
  • Accrued Rent (Sewa yang Terutang): Akun ini mencatat biaya sewa yang telah terjadi, tetapi pembayarannya belum dilakukan.
  • Accrued Utilities (Biaya Utilitas yang Terutang): Akun ini mencatat biaya utilitas seperti listrik, air, dan gas yang sudah terjadi, tetapi pembayarannya belum dilakukan.
  • Accrued Interest (Bunga yang Terutang): Ini adalah akun yang digunakan untuk mencatat bunga yang terhutang atas utang atau pinjaman yang belum dibayar.
  • Accrued Taxes (Pajak yang Terutang): Akun ini mencatat pajak yang sudah terutang tetapi belum dibayar oleh perusahaan.
  • Accrued Liabilities (Kewajiban yang Terutang): Ini adalah akun yang dapat digunakan secara umum untuk mencatat berbagai kewajiban yang terutang oleh perusahaan, termasuk berbagai jenis Incurred Costs.
  • Accrued Expenses (Biaya yang Terutang): Ini adalah akun yang sering digunakan secara umum untuk mencatat berbagai biaya yang telah terjadi tetapi belum dibayar.
  • Accrued Legal Fees (Biaya Hukum yang Terutang): Akun ini mencatat biaya layanan hukum yang telah terjadi, tetapi pembayarannya belum dilakukan.
  • Accrued Maintenance Costs (Biaya Pemeliharaan yang Terutang): Ini adalah akun yang digunakan untuk mencatat biaya pemeliharaan atau perbaikan yang sudah terjadi tetapi belum dibayar oleh perusahaan.
  • Accrued Warranty Expenses (Biaya Garansi yang Terutang): Akun ini mencatat biaya yang terkait dengan penjaminan atau garansi atas produk yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
  • Accrued Bonuses (Bonus yang Terutang): Akun ini mencatat bonus yang telah diperoleh oleh karyawan tetapi pembayaran bonus tersebut belum dilakukan.
  • Accrued Advertising Expenses (Biaya Iklan yang Terutang): Ini adalah akun yang mencatat biaya iklan yang sudah terjadi tetapi pembayaran kepada pemasok iklan belum dilakukan.
  • Accrued Interest Income (Pendapatan Bunga yang Terutang): Akun ini mencatat pendapatan bunga yang sudah diterima tetapi belum diakui dalam laporan laba rugi.
  • Accrued Commission Expenses (Biaya Komisi yang Terutang): Akun ini mencatat biaya komisi yang harus dibayar kepada agen atau penjual tetapi belum dibayarkan.
  • Accrued Warranty Reserves (Cadangan Garansi yang Terutang): Ini adalah akun yang digunakan untuk mengakumulasi cadangan untuk biaya garansi yang akan dibayar di masa mendatang atas produk yang telah terjual.

Contoh Pembayaran Yang Mungkin Belum Dilakukan Dalam Incurred Costs

Terdapat berbagai macam contoh pembayaran yang mungkin belum dilakukan, tetapi dianggap sebagai Incurred Costs. Berikut beberapa contoh:

  1. Gaji Karyawan: Perusahaan membayar gaji karyawan pada akhir setiap bulan. Namun, gaji yang telah dikerjakan oleh karyawan dalam bulan tersebut tetap dianggap sebagai Incurred Costs hingga akhir bulan, bahkan jika pembayaran belum dilakukan.
  2. Biaya Sewa: Jika perusahaan menyewa ruang kantor atau fasilitas lainnya, biaya sewa bulanan dianggap sebagai Incurred Costs sepanjang bulan tersebut, meskipun pembayaran biasanya dilakukan pada awal bulan berikutnya.
  3. Pembelian Bahan Baku: Jika perusahaan membeli bahan baku untuk digunakan dalam produksi, biaya pembelian bahan baku yang telah digunakan dalam proses produksi akan dianggap sebagai Incurred Costs segera setelah bahan baku digunakan, bahkan jika faktur atau pembayaran belum diterima.
  4. Biaya Layanan: Biaya seperti biaya listrik, air, gas, atau layanan internet untuk operasi perusahaan dapat dianggap sebagai Incurred Costs sepanjang periode ketika layanan tersebut digunakan, bahkan jika pembayaran dilakukan secara bulanan atau periodik.
  5. Biaya Pemasaran: Jika perusahaan telah menjalankan kampanye pemasaran yang melibatkan biaya iklan, promosi, atau riset pasar, biaya-biaya ini dianggap sebagai Incurred Costs selama periode kampanye berlangsung, meskipun pembayaran mungkin dilakukan nanti.
  6. Biaya Perawatan dan Perbaikan: Biaya perawatan atau perbaikan peralatan atau fasilitas perusahaan yang telah dilakukan, meskipun pembayaran servis tersebut mungkin dilakukan pada tanggal berbeda.
  7. Biaya Pajak: Jika perusahaan memiliki kewajiban pajak tertentu pada suatu periode, pajak tersebut dianggap sebagai Incurred Costs pada saat kewajiban tersebut muncul, bahkan jika pembayaran pajak dilakukan di masa mendatang sesuai jadwal pembayaran pajak.
  8. Biaya Legal atau Konsultasi: Jika perusahaan menggunakan jasa hukum atau konsultasi bisnis selama periode tertentu, biaya-biaya ini dianggap sebagai Incurred Costs selama periode penggunaan layanan tersebut.

Contoh Perhitungan Akuntansi Tentang Incurred Costs Pada Gaji

Mari kita lihat contoh perhitungan akuntansi tentang Incurred Costs pada gaji dalam mata uang Rupiah. Anggaplah kita memiliki seorang karyawan dengan gaji bulanan sebesar Rp 10.000.000. Gaji ini dibayarkan setiap akhir bulan. Misalkan dalam contoh ini kita ingin menghitung Incurred Costs untuk gaji karyawan untuk bulan Mei.

Pencatatan Incurred Costs:

Karyawan bekerja selama bulan Mei, jadi biaya gaji telah terjadi pada bulan ini.
Pencatatan Incurred Costs dilakukan dengan mencatat jumlah gaji yang harus dibayar sebagai beban dalam buku besar.

Jurnal Incurred Costs (Gaji) pada bulan Mei:

Debit: Biaya Gaji Rp 10.000.000
Kredit: Gaji yang Terutang Rp 10.000.000

Dalam jurnal di atas, kita mendebit (menambahkan) akun Biaya Gaji dan mengkredit (mengurangkan) akun Gaji yang Terutang. Hal ini mencerminkan bahwa kita telah mengakui biaya gaji yang telah terjadi tetapi belum dibayar.

Pembayaran Gaji:

Setelah mencatat Incurred Costs, perusahaan akan membayar gaji kepada karyawan pada akhir bulan Mei.

Jurnal Pembayaran Gaji pada akhir Mei:

Debit: Gaji yang Terutang Rp 10.000.000
Kredit: Kas/Bank Rp 10.000.000

Dalam jurnal di atas, kita mendebit (mengurangkan) akun Gaji yang Terutang untuk menghapus kewajiban tersebut, dan kita mengkredit (mengurangkan) akun Kas/Bank untuk mencatat pembayaran gaji kepada karyawan.

Dengan pencatatan ini, kita telah mencatat Incurred Costs untuk gaji karyawan pada bulan Mei. Perusahaan telah mengakui biaya gaji yang telah terjadi pada saat karyawan bekerja, meskipun pembayaran gaji tersebut dilakukan setelahnya. Ini mencerminkan prinsip akuntansi akrual yang mengharuskan perusahaan mencatat biaya ketika biaya itu terjadi.

Contoh Perhitungan Incurred Costs Pada Biaya Sewa Kantor Bulanan

Mari kita lihat contoh perhitungan Incurred Costs pada biaya sewa kantor bulanan dalam mata uang Rupiah. Anggaplah sebuah perusahaan memiliki biaya sewa kantor sebesar Rp 15.000.000 per bulan dan pembayaran sewa kantor dilakukan setiap awal bulan. Dalam contoh ini, kita ingin menghitung Incurred Costs untuk biaya sewa kantor untuk bulan Mei.

Pencatatan Incurred Costs:

Biaya sewa kantor akan dianggap sebagai Incurred Costs sepanjang bulan Mei, meskipun pembayaran belum dilakukan.
Pencatatan Incurred Costs dilakukan dengan mencatat jumlah biaya sewa sebagai beban dalam buku besar.
Jurnal Incurred Costs (Biaya Sewa Kantor) pada bulan Mei:

Debit: Biaya Sewa Kantor Rp 15.000.000
Kredit: Sewa yang Terutang Rp 15.000.000

Dalam jurnal di atas, kita mendebit (menambahkan) akun Biaya Sewa Kantor dan mengkredit (mengurangkan) akun Sewa yang Terutang. Ini mencerminkan bahwa kita telah mengakui biaya sewa kantor yang telah terjadi pada bulan Mei, meskipun pembayaran belum dilakukan.

Pembayaran Sewa Kantor:

Setelah mencatat Incurred Costs, perusahaan akan membayar sewa kantor pada awal bulan Juni.
Jurnal Pembayaran Sewa Kantor pada awal Juni:

Debit: Sewa yang Terutang Rp 15.000.000
Kredit: Kas/Bank Rp 15.000.000

Dalam jurnal di atas, kita mendebit (mengurangkan) akun Sewa yang Terutang untuk menghapus kewajiban tersebut, dan kita mengkredit (mengurangkan) akun Kas/Bank untuk mencatat pembayaran sewa kantor.

Dengan pencatatan ini, kita telah mencatat Incurred Costs untuk biaya sewa kantor pada bulan Mei. Perusahaan telah mengakui biaya sewa kantor yang telah terjadi selama bulan Mei, meskipun pembayaran sewa tersebut dilakukan setelahnya. Ini mencerminkan prinsip akuntansi akrual yang mengharuskan perusahaan mencatat biaya ketika biaya itu terjadi.

Masalah Yang Umumnya Terjadi Pada Incurred Costs

Incurred Costs adalah konsep yang penting dalam akuntansi dan pengelolaan keuangan perusahaan, dan ada beberapa masalah umum yang sering terjadi terkait dengan konsep ini. Berikut adalah beberapa masalah umum yang dapat timbul terkait dengan Incurred Costs:

  • Keterlambatan Pencatatan: Salah satu masalah umum adalah keterlambatan dalam pencatatan Incurred Costs. Beberapa perusahaan mungkin tidak mencatat biaya yang telah terjadi secara tepat waktu. Ini dapat mengakibatkan ketidakakuratan dalam laporan keuangan dan pengambilan keputusan yang tidak tepat.
  • Perbedaan Tanggal Incurred dan Pembayaran: Meskipun Incurred Costs mencerminkan biaya yang telah terjadi, pembayaran mungkin dilakukan pada tanggal yang berbeda. Ketidaksesuaian antara tanggal biaya terjadi dan tanggal pembayaran dapat mempengaruhi arus kas perusahaan.
  • Kesalahan Pencatatan: Kesalahan dalam mencatat Incurred Costs dapat menghasilkan masalah yang signifikan dalam laporan keuangan. Kesalahan ini dapat berupa penjumlahan yang salah, pengkodean yang salah, atau pencatatan ganda.
  • Tidak Memadainya Pengendalian Biaya: Salah satu masalah utama adalah ketika perusahaan tidak memiliki pengendalian biaya yang memadai. Ini dapat mengakibatkan Incurred Costs yang tinggi dan berlebihan, yang pada gilirannya dapat merusak profitabilitas perusahaan.
  • Kemungkinan Tidak Dilunasi: Terkadang, biaya yang telah terjadi mungkin tidak pernah dibayar. Ini bisa terjadi dalam situasi seperti ketika perusahaan harus menghadapi kesulitan keuangan atau dalam kasus litigasi.
  • Perubahan dalam Nilai Incurred Costs: Jika ada perubahan dalam estimasi nilai Incurred Costs yang telah terjadi, perusahaan harus mengakui perubahan ini dengan benar dalam laporan keuangan. Perubahan ini dapat mempengaruhi laba atau kerugian perusahaan.
  • Pajak Terhutang: Ketika Incurred Costs mempengaruhi kewajiban pajak perusahaan, masalah dapat muncul jika perusahaan tidak memahami implikasi perpajakan dengan baik atau jika peraturan pajak berubah.
  • Pengaruh Valuta Asing: Perusahaan yang beroperasi di berbagai negara atau yang melakukan transaksi dalam mata uang asing mungkin menghadapi masalah terkait fluktuasi nilai tukar yang memengaruhi Incurred Costs dalam mata uang lokal.
  • Kesalahan dalam Estimasi Liabilitas: Jika perusahaan memiliki estimasi yang tidak akurat tentang liabilitas yang harus dibayar terkait dengan Incurred Costs (seperti estimasi kewajiban pensiun), ini dapat mengarah pada ketidakakuratan dalam laporan keuangan.

Perbandingan Incurred Costs, Expenditure, Expenses, Dan Capitalized Cost

PerbandinganDefinisiPencatatan
Incurred CostsIncurred Costs adalah biaya-biaya yang sudah terjadi atau dikeluarkan oleh perusahaan, meskipun pembayarannya belum dilakukan. Ini mencerminkan penggunaan sumber daya perusahaan dalam proses bisnis.Incurred Costs dapat dicatat sebagai liabilitas atau dalam bentuk akun yang disebut “Accrued Liabilities” atau “Accrued Expenses” pada laporan keuangan.
ExpenditureExpenditure adalah istilah umum yang mengacu pada pengeluaran uang oleh perusahaan untuk berbagai tujuan, termasuk pembelian aset, pembayaran biaya operasional, atau investasi dalam proyek.Expenditure mencakup semua pengeluaran perusahaan, baik itu biaya yang terjadi (Incurred Costs) maupun pengeluaran untuk aset tetap seperti peralatan atau properti.
ExpensesExpenses adalah bagian dari Expenditure yang merujuk pada pengeluaran yang terkait dengan operasional perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Ini mencakup biaya operasional seperti gaji karyawan, biaya sewa, dan biaya pemasaran.Expenses dicatat sebagai pengurang pendapatan pada laporan laba rugi perusahaan.
Capitalized CostsCapitalized Costs (biaya yang dikapitalisasi) adalah pengeluaran yang diakui sebagai aset, bukan sebagai pengeluaran langsung dalam laporan keuangan. Ini biasanya terkait dengan investasi dalam aset tetap yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan, seperti pembelian tanah, gedung, atau peralatan.Capitalized Costs dicatat sebagai aset di neraca perusahaan dan di-depreciate (dikurangkan nilai) seiring waktu untuk mencerminkan pengurangan nilai aset tersebut.

Perbandingan:
Incurred Costs dan Expenses adalah sub-komponen dari Expenditure. Incurred Costs mencakup biaya yang sudah terjadi, sedangkan Expenses adalah pengeluaran operasional yang terkait dengan pendapatan.
Capitalized Costs adalah kebalikan dari Expenses; ini mengubah pengeluaran menjadi aset yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Ini sering terkait dengan aset fisik yang memiliki nilai jangka panjang.

QnA Yang Sering Ditanyakan Soal Incurred Costs

  1. Apa yang dimaksud dengan Incurred Costs?
    • Jawaban: Incurred Costs adalah biaya-biaya yang sudah terjadi atau dikeluarkan oleh perusahaan, meskipun pembayarannya belum dilakukan. Ini mencerminkan penggunaan sumber daya perusahaan dalam proses bisnis.
  2. Bagaimana Incurred Costs berbeda dari Expenditure?
    • Jawaban: Incurred Costs adalah bagian dari Expenditure. Incurred Costs mencakup biaya-biaya yang sudah terjadi, sementara Expenditure adalah istilah umum yang mencakup semua pengeluaran perusahaan, termasuk biaya yang sudah terjadi dan pengeluaran untuk investasi dalam aset.
  3. Apa contoh konkret dari Incurred Costs?
    • Jawaban: Contoh Incurred Costs meliputi pembayaran gaji karyawan untuk pekerjaan yang telah dilakukan dalam periode tertentu, pembelian bahan baku yang belum dibayar, atau biaya sewa yang masih harus dibayar.
  4. Bagaimana Incurred Costs dicatat dalam laporan keuangan?
    • Jawaban: Incurred Costs biasanya dicatat sebagai liabilitas atau dalam bentuk akun yang disebut “Accrued Liabilities” atau “Accrued Expenses” pada laporan keuangan perusahaan.
  5. Apa perbedaan antara Expenses dan Incurred Costs dalam laporan laba rugi?
    • Jawaban: Expenses adalah bagian dari Incurred Costs yang mencerminkan pengeluaran operasional yang terkait dengan menghasilkan pendapatan. Expenses dicatat sebagai pengurang pendapatan pada laporan laba rugi.
  6. Kapan Incurred Costs menjadi penting dalam pengambilan keputusan bisnis?
    • Jawaban: Incurred Costs penting dalam perencanaan keuangan, analisis efisiensi operasional, dan pengukuran kinerja perusahaan. Perusahaan memerlukan pemahaman yang baik tentang Incurred Costs untuk mengelola keuangan mereka dengan baik dan mengoptimalkan pengeluaran.
  7. Apa peran Incurred Costs dalam perpajakan?
    • Jawaban: Incurred Costs dapat mempengaruhi kewajiban pajak perusahaan karena pengeluaran yang sudah terjadi dapat mengurangi pendapatan yang harus dikenai pajak.
  8. Bagaimana cara perusahaan menghindari masalah terkait Incurred Costs?
    • Jawaban: Perusahaan harus memiliki sistem pencatatan yang baik untuk melacak Incurred Costs secara akurat. Selain itu, manajemen harus secara teratur memantau dan menganalisis biaya-biaya ini untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam pengelolaan keuangan mereka.

Istilah Lainnya Yang Terkait Dengan Maksud Incurred Costs

  • Accrued Costs: Ini adalah istilah yang sering digunakan secara sinonim dengan Incurred Costs. Accrued Costs mencerminkan biaya-biaya yang telah terjadi atau dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi pembayarannya belum dilakukan.
  • Unpaid Expenses: Unpaid Expenses merujuk pada biaya-biaya yang telah terjadi tetapi belum dibayar oleh perusahaan. Ini sering digunakan secara bersamaan dengan Incurred Costs.
  • Accrued Liabilities: Ini adalah istilah akuntansi yang mengacu pada kewajiban yang belum dibayar yang muncul sebagai akibat dari biaya yang telah terjadi. Akun “Accrued Liabilities” digunakan untuk mencatat Incurred Costs yang masih harus dibayar.
  • Deferred Expenses: Ini adalah biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi belum diakui sebagai pengeluaran dalam laporan laba rugi. Contohnya adalah biaya asuransi tahunan yang dibayar di muka dan diakui sepanjang tahun.
  • Prepaid Expenses: Ini adalah kebalikan dari Deferred Expenses. Prepaid Expenses merujuk pada pembayaran di muka untuk biaya-biaya yang akan terjadi di masa mendatang. Contohnya adalah pembayaran di muka untuk langganan layanan yang akan digunakan selama beberapa bulan ke depan.
  • Accrual Basis Accounting: Ini adalah metode akuntansi yang mengharuskan perusahaan mencatat transaksi berdasarkan waktu terjadinya, bukan saat uang berpindah tangan. Dalam metode ini, Incurred Costs dicatat ketika biaya tersebut terjadi, bahkan jika pembayaran belum dilakukan.
  • Akrual vs. Kas Basis: Ini adalah perbandingan antara metode akrual basis accounting (mencatat Incurred Costs saat terjadi) dan metode kas basis accounting (mencatat biaya hanya saat uang dibayarkan).
  • Deferred Revenue: Ini adalah istilah yang berkaitan dengan pendapatan yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi. Mirip dengan Incurred Costs, ini mencerminkan penggunaan sumber daya perusahaan tetapi pada sisi pendapatan.
  • Accrual Adjustments: Ini adalah penyesuaian yang dilakukan pada akhir periode akuntansi untuk mencatat Incurred Costs atau pendapatan yang belum diakui dengan benar. Ini membantu mencerminkan secara akurat keuangan perusahaan dalam laporan keuangan.

Semoga informasi peristilahan kamus bisnis singkat ini cukup bermanfaat dan bermakna, serta menambah wawasan pengunjung website Glosarium.org dalam kosa kata yang ada pada Akuntansi, dsb. Dan, mohon maaf tidak ada penjelasan detail karena konsep website ini hanya sebagai bahan pengingat dan contekan semata.